oleh

Mantan Kadis Perkebunan Sulbar, Ditetapkan Sebagai Tersangka

PASANGKAYU, Penarakyatku.com — Satreskrim Polres Pasangkayu, telah menetapkan Lima orang tersangka, atas dugaan tindak pidana korupsi bantuan bibit kelapa sawit yang melekat di Dinas Perkebunan Sulbar.

Bantuan tersebut terlaksana pada tahun 2013 dengan jenis pekerjaan pengadaan bibit kelapa sawit unggul dan menelan anggaran sebesar Rp 2.247.774.000 yang bersumber dari APBD perubahan Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar.

Kelima orang tersangka tersebut masing-masing berinisial HS (48 th), HM (43 th), SP (59 th), AP (55 th) dan MI (40 th). Akibat perbuatan mereka, negara dirugikan sesuai hasil audit perhitungan kerugian negara BPKP Perwakilan Sulbar sebesar Rp 912.220.000, karena bibit yang disalurkan hanya 17.890 batang dari jumlah bibit yang harus sampai ke Kelompok tani 44.720 batang.

Dari kelima tersangka tersebut, inisial SP adalah mantan kepala dinas perkebunan Sulbar yang menjabat saat itu dan juga merupakan residivis kasus korupsi pembukaan lahan kebun kelapa sawit di kabupaten Mamuju pada tahun anggaran 2013.

” Sebelumnya sudah ditetapkan dua orang tersangka dan sekarang bertambah lagi Tiga orang Tersangka, salah satunya adalah mantan kepala dinas perkebunan Sulbar, dan ASN di perkebunan Provinsi Sulbar serta pemilik perusahaan yang dipinjamkan pada kegiatan pelaksanaan pengadaan bibit tersebut,” terang Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, AKP Pandu Arief Setiawan.

Perusahaan yang dipakai memenangkan tender pengadaan bibit unggul kelapa sawit tersebut adalah CV. Menara Konstruksi.

” bekras perkara ke 5 tersangka telah dinyatakan lengkap (P-21), selanjutnya tersangka beserta barang bukti akan diserahkan ke JPU dalam hal ini Kejaksaan Negeri Pasangkayu,” pungkasnya. (as/pr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed