oleh

Pilkada Pasangkayu, Rawan Tidak Netralnya ASN

PASANGKAYU, Penarakyatku.com — Bupati dan Wakil Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa – Muhammad Saal, menggelar rapat koordinasi dengan KPU dan Bawaslu bersama unsur Forkompinda terkait tahapan Pilkada, diruang kerja Bupati, Selasa, 1 September.

Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, mengaku telah mendapatkan Informasi bahwa Pendaftaraan Calon dilakukan secara bersamaan pada tangal 4 September 2020.

Hal itu akan menjadi pertimbangan dirinya sebagai Pemegang kendali di Daerah dalam melihat situasi dan kondisi Kab.Pasangkayu apalagi di tengah Pandemi Covid 19, dimana dikawatirkan nantinya terjadi riak – riakan antara massa pendukung khususnya massa dari Paslon Perseorangan.

” Saya berharap Tahapan Pilkada mari kita kawal secara bersama -sama demi mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Tujuan saya melaksanakan Rapat ini guna mengetahui perkembangan Tahapan yang sedang berjalan maupun tahapan yang akan dilakukan,” tutur Bupati Agus.

Dalam kesempatan itu juga Ia mengimbau Paslon dan tim kampanye tidak mengangkat isu sektarian atau saling mencela yang bisa menimbulkan kericuhan. Semua pihak mestinya secara bersama memberi penyadaran kemasyarakat untuk mewujdukan Pilkada yang damai dan bermartabat.

” KPU juga harus memperbaiki proses pendataan pemilih. Karena ini selalu menjadi masalah sejak dulu. Kita semua berharap Pilkda nanti berlangsung aman, tertib, dan adem. Masing-masing Paslon silahkan beradu visi misi, tapi jang saling mencela,” imbuhnya.

Komisioner KPU Pasangkayu Divisi Hukum dan Pengawasan, Alamsyah mengatakan, pada prinsipnya KPU Pasangkayu siap melaksanakan tahapan pilkada selanjutnya antara lain yang sedang berjalan pemutakhiran data pemilih, sosialisasi serta pembekalan para petugas sekretariat yang akan mendukung proses pendaftaran bapaslon pada tanggal 4 – 6 September nanti.

Untuk menyukseskan pesta demokrasi ini, KPU akan terus membangun koordinasi dengan semua pihak terkait, yang nanti juga turut mendukung kelancaran dan kesuksesan tahapan dimaksud.
Termasuk salah satunya pihak keamanan serta rumah sakit tempat dimana akan dilakukan pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon.

” Rencananya pemeriksaan kesehatan bakal calon akan dilaksanakan pada tanggal 10 – 11 September, di RS Wahidin di Makassar,” tutur Alamsyah.

Terkait pendaftaran calon beberapa kedepan, ia berharap kepada seluruh bapaslon dan para simpatisan yang akan mengantar melakukan pendaftaran agar dapat memperhatikan dan mematuhi standar protokol pencegahan covid-19.

Katanya, Informasi sementara yang mereka terima, dari tiga bakal calon yang akan bertarung, akan serentak mendaftar pada tanggal 4. Namun, mereka tetap melihat perkembangan dalam 1-2 hari ini.

” Sampai hari ini sayay belum lihat ada penyampaian resmix. Form daftar pemilih yg diturunkan ke PPDP untuk dilakukan pemutakhiran. Pada prinsipnya walaupun benar kejadian semua bapaslon akan mendaftar pada hari yang sama kami sebagai penyelenggara tetap siap melayani dengan ketentuan waktu sesuai regulasi yang ada. Utk hari pertama dan kedua dari jam 8 pagi sampe jam 16.00 wita dan untuk hari ketiga dari jam 8 pagi sampe jam 24.00 wita,” jelasnya.

Komisioner Bawaslu Pasangkayu Nurliana menyampaikan, titik rawan yang perlu menjadi perhatian khusus diantaranya daerah perbatasan, diantaranya Desa Pakawa, daerah yang terkena dampak Banjir yakni Warga Dusun Sinar Wajo dimana harus menjadi perhatian Pemerintah.

Katanya, perbatasan antara Pasangkayu dengan Kabupaten Mateng setelah mereka turun lapangan memantau bersama Bawaslu Provinsi Sulbar, ada di temukan warga pasangkayu tinggal dalam wilayah Mateng, tepat di perbatasan kedua wilayah.

” Di Pasangkayu menjadi Indeks urutan Ke 5 seluruh Indonesia kerawanan Pilkada khususnya yang berkaitan Netralitas ASN, sehingga ini menjadi tanggung jawab kita semua,” ungkap Nurliana.

Wakil Bupati Pasangkayu, Muhammad Saal, tidak banyak bertutur kata. Ia hanya menyampaikan, keamanan Pilkada harus dijaga bersama, agar kedamaian tetap terjaga di kabupaten yang dihuni berbagai suku dan agama di Sulbar ini.

” Terkait Data Pemilih agar dilakukan secara transparansi. Terkait Netralitas ASN menjadi tugas kita bersama, langka apa yang harus dilakukan dalam menekan agar hal tersebut tidak terjadi,” unkap Saal. (as/pr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed