oleh

Dianggap Merugikan, Buruh Tolak RUU Cilaka

PASANGKAYU, Penarakyatku.com — Federasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian, dan Perkebunan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (F- Hukatan KSBSI) cabang Pasangkayu, menolak Rancangan Undang – Undang Cipta Lapangan Kerja (RUU Cilaka).

Menurut ketua F- Hukatan KSBSI cabang Pasangkayu, Zulfikar, ada Sembilan alasan mereka menolak RUU Cilaka. Pertama, jika RUU tersebut disahkan, upah minimum akan hilang karena tidak termuat rancangan tersebut. Kedua, hilangnya pesangon untuk buruh apabila berhenti atau diputuskan hubungan pekerjaan (PHK) secara sepihak oleh perusahaan.

Ketiga, Mereka juga tidak menerima adanya sistem outsourcing, karena buruh akan ditempatkan di semua jenis pekerjaan. Keempat, pekerja kontrak juga tanpa dibatasi jenis pekerjaan dan dikontrak seumur hidup.

” Jadi PHK akan semakin mudah dilakukan oleh pihak perusahaan, dan itu sangat tidak diharapkan. Kalau kita mengacu pada UU yang ada sekarang, itu sangat merugikan pihak Buruh,” tutur Zulfikar.

Kelima, waktu kerja yang akan sangat melelahkan dan eksploitasi, karena jam kerjanya diubah dalam RUU Cilaka tersebut.

” Kami dari serikat buruh menganggap, jika mengacu pada UU nomor 13 tahun 2003 dimana ditentukan jam kerja dalam satu hari itu 7 jam, sementara itu telah dirubah, sehingga kami menolak RUU tersebut karena sama sekali merugikan buat kami para buruh dan masyarakat lokal Indonesia,” jelasnya.

Selain itu Zulfikar juga mewanti-wanti, apabila RUU Cilaka tersebut disahkan menjadi Undang-undang, jaminan sosial kepada pekerja akan hilang. Dan yang paling mengherankan menurutnya, sanksi pidana kepada perusahaan itu dihilangkan dalam rancangan tersebut.

” Saya berharap kepada pemerintah, agar kiranya melihat kami kaum buruh ini dengan hati Nurani bukan sebagai pekerja, tapi lihatlah kami sebagai manusia. Dan saya dan semua buruh berharap kepada pemerintah dan DPR RI untuk tidak mengesahkan RUU Cilaka dan Omnibus Law,” pintahnya. (as/pr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed