oleh

Bupati, Akan Keluarkan Surat Bisa Sholat Berjamaah

PASANGKAYU, Penarakyatku.com — Bupati dan Wakil Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa dan Muhammad Saal, Sekkab Firman bersama pimpinan Forkompinda serta pengurus tempat ibadah, melakukan Rapat Terbatas (Ratas), diruang pola kantor Bupati, Selasa, 2 Juni.

Pembahasan kali ini terkait, surat edaran Menteri Agama Republik Indonesia, yang memperbolehkan tempat ibadah dibuka dan melakukan sembahyang secara berjamaah.

Kepala Kementerian Agama Mamuju Utara, Kabupaten Pasangkayu, Mustafa Tangngali mengatakan, berdasarkan surat edaran menteri agama rumah ibadah yang dibenarkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjamaah itu berada di kawasan atau lingkungan yang aman dari COVID-19.

Agar tidak menjadi polemik, pengurus rumah ibadah mengajukan permohonan dan membuat surat keterangan bahwa kawasan rumah ibadahnya aman dari COVID-19 secara berjenjang kepada Pemerintah desa atau kelurahan, terus ke kecamatan dan pemerintah kabupaten.

” Rumah ibadah yang berkapasitas daya tampung besar dan mayoritas jemaah atau penggunanya dari luar kawasan, dapat mengajukan surat keterangan aman  COVID-19  langsung kepada pimpinan daerah sesuai tingkatan rumah ibadah tersebut. Jadi seperti Masjid Al – Madaniah, harus mendapatkan persetujuan dari bapak Bupati, begitupun dengan Pura dan Gereja, yang menampung jamaah skala besar,” terang Mustafa Tangngali.

Selain itu, pengurus rumah ibadah, harus menyiapkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan serta melakukan pembersihan secara berkala. Pintu keluar masuk disetiap rumah ibadah itu hanya satu, untuk memudahkan pengawasan, terpenting fasilitas cuci tangan, sabun, atau hand sanitizer di pintu keluar masuk harus tersedia.

” Mempersingkat bacaan dalam ibadah. Seperti umat muslim, ayat yang dibacakan oleh Imam dalam sholat harus surat – surat pendek saja, begitupun dengan umat Hindu, Kristen dan Katolik,” ujarnya.

Dipertemukan terbatas tersebut, ada banyak masukan baik dari pimpinan forkopimda serta dari pengurus Masjid, Gereja dan Pura.

Mendengar masukan itu, Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa mengatakan, setiap pemerintah kecamatan dan desa bisa membuka tempat ibadah, asalkan sudah memastikan bahwa wilayahnya itu bebas dari Covid 19 dan tidak ada lagi yang berstatus ODP, OTG dan PDP.

” Saya akan keluarkan surat edaran, bahwa semua rumah ibadah itu bisa dibuka dan melangsungkan sholat secara berjamaah, dengan syarat – syarat yang ditentukan nantinya. Kecuali rumah ibadah itu hanya sekelumit saja dimana yang sembahyang itu hanya kalangan keluarga saja itu sudah bisa menjalankan ibadah secara berjamaah,” tutur Agus Ambo Djiwa.

Berdasarkan penilaian, bahwa sekarang ini Kabupaten Pasangkayu sudah bebas dari Covid-19, bukan berarti masyarakat harus lengah dan mengabaikan protokoler kesehatan.

Untuk mendapatkan persetujuan sholat atau sembahyang secara berjamaah, semua penanggung jawab Masjid, Pura dan Gereja itu akan bertandatangan bahwa diwilayahnya bebas dari Covid 19, dan bersedia menjalankan himbauan pemerintah.

” Sekarang ini kita masih persiapan menuju New Normal, karena baru beberapa hari lalu kita Zero positif Covid-19. Jadi sekarang ini kita masih masa transisi menuju Normal, nanti diumumkan sama pemerintah pusat bahwa kita sudah zona hijau, baru Kepolisian dan TNI menjalankan prosedur mereka, bagaimana menjalani kehidupan baru setelah keluar dari zona merah, dan kami selaku pemerintah daerah akan mengeluarkan surat edaran,” pungkasnya. (as/pr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed