oleh

Perbatasan Ditutup, Bupati Meminta Gubernur Prioritaskan APD

PASANGKAYU, Penarakyatku.com —  Perbatasan Kabupaten Pasangkayu dengan Kabupaten Mamuju Tengah, akan ditutup, begitupun batas wilayah antara Kabupaten Pasangkayu dengan Kabupaten Donggala, Sulteng.

Penutupan tersebut dilakukan, agar serangan virus Corona yang sekarang ini mulai mewabah bisa dicegah masuk wilayah Pasangkayu.

Terkait hal tersebut, Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa, meminta Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar memprioritaskan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk Pasangkayu. Karena saat ini APD di RSUD masih sangat terbatas.

” Jadi kalau ada bantuan APD dari pusat mohon kami diprioritaskan. Karena disini wilayah perbatasan yang rentan penularan COVID-19,” pungkasnya.

Katanya, APD tersebut selain digunakan di Rumah Sakit, juga dibutuhkan oleh petugas yang melakukan penjagaan di areal perbatasan.

Sementara Sekertaris Dinas Perhubungan (Dishub) Pasangkayu, Abd. Haris mengatakan, berdasarkan surat pemberitahuan dari Pemrov Sulteng, bahwa mereka akan menutup semua akses perbatasan, termasuk perbatasan Sulbar – Sulteng di desa Sarude, kecamatan Sarjo dengan desa Surumana, kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulteng.

” Penutupan akses perbatasan yang dilakukan Pemprov Sulteng di mulai 25 Maret sampai batas waktu tak ditentukan, dari pukul 22.00 wita-06.00 wita. Pada pukul 06.00 – 22.00, area perbatasan kembali dibuka, namun semua kendaraan yang melintas akan di cek kesehatannya serta suhu tubuh, sehingga kita di Pasangkayu juga akan menutup jalan masuk di area perbatasan, agar tidak terjadi penumpukan warga di wilayah Kabupaten Pasangkayu,” jelas Abd. Haris.

Haris menambahkan, penutupan jalur transportasi darat di dua titik perbatasan Kabupaten Pasangkayu, belum dipastikan berakhir kapan. (as/pr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed