oleh

Launching Maskot Pilkada, KPU : Tanggalkan Politik Identitas

PASANGKAYU, Penarakyatku.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasangkayu, resmi mengumumkan Maskot atau lambang untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 mendatang.

Maskot ini sendiri diambil dari hewan endemik Sulawesi yaitu Burung Maleo dan disebut oleh masyarakat lokal Mamuang.

Ketua KPU Pasangkayu Sahran Ahmad, selaku penginisiatif Maskot tersebut mengutarakan alasan kenapa menggunakan Burung Maleo. Menurutnya, Maleo memiliki kareteristik yang unik jika dibandingkan dengan hewan lain.

Katanya burung Maleo itu memiliki sifat monogami atau dengan kata lain setia kepada pasangannya. Dan Maleo juga memiliki prinsip Mandiri.

” Kenapa kita mengambil Maskot dari hewan endemik tersebut, karena kami di KPU menginginkan setiap Calon yang maju di Pilkada nanti kemudian terpilih, itu setia hidup berdemokrasi, setia kepada pasangannya, jangan sampai baru 1 atau 2 tahun dilantik antara Bupati dan Wakil Bupati hubungannya sudah retak. Selain itu, baik Calon atau penyelenggara Pilkada itu harus menjalankan kewajibannya berdasarkan aturan dan peraturan perundang – undangan,” imbuh Sahran Ahmad.

Sebab menurut Sahran, berdasarkan hasil penelitian, burung Maleo dari sejak lahir, kemudian beranjak dewasa setelah itu kawin, selalu setia kepada pasangannya, jikalau pun salah satu baik jantan atau betina yang mati duluan, itu tidak akan lagi mencari pasangan baru.

Makna yang harus diambil dari Maleo itu adalah wawasan lingkungan. Dengan kata lain, Pilkada tahun depan setiap calon bukan hanya memikirkan membangun ekonomi, membangun jembatan serta membangun infrastruktur, tapi lingkungan dilupakan.

” Pemimpin yang lahir di Pilkada tahun depan harus yang memiliki visi “Environmental Insights” atau wawasan lingkungan harus dibangun. Dan KPU Pasangkayu punya kewajiban untuk mengkampanyekan itu, sebab lingkungan kita sekarang ini sangat memprihatikan, hujan sedikit saja langsung banjir. Burung Maleo yang dulu di Lariang sampai Tikke adalah tempat mereka berkembang biak kini sudah susah kita lihat, karena habitat mereka sudah diganggu,” jelasnya.

Tema Pilkada tahun depan yakni The Spirit Of Vovasanggayu, dengan harapan setiap calon itu adu gagasan, adu ide dan adu argumentasi. Bukan hanya sekte identitas yang dibangun.

” Kita dipasangkayu ini ada banyak suku. Setiap suku itu memiliki identitas tersendiri. Tapi bukan suku yang di munculkan oleh calon nanti, melainkan gagasan dan ide yang cemerlang menuju Pasangkayu yang mandiri sejahtera dan bermartabat,” ungkap Sahran.

Ketua KPU Provinsi Sulba Rustang Rasud, mengisyaratkan kepada masyarakat Pasangkayu agar memilih pemimpin itu jujur, dapat dipercaya dan dihandalkan, cerdas dan berpengetahuan, serta mampu berkomunikasi dan komunikatif.

” Jika ada calon yang kira – kira tidak memiliki empat sifat tersebut lebih baik jauhi, karena kalau terpilih sudah pasti tidak akan membawa kesejahteraan justru sebaliknya. Dan yang paling utama adalah, jangan ada saling suap. Khusus Umat Muslim itu, yang menyuap dan disuap, dua – duanya diganjar masuk neraka,” tandasnya.

Hadir saat launching tersebut yakni Wakil Bupati Pasangkayu, Muh. Saal, Wakil Ketua I DPRD Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa, Bawaslu Pasangkayu, Komisioner KPU dari seluruh Kabupaten di Sulbar, Pimpinan Forkompinda serta pimpinan Partai Politik. (as/pr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed