oleh

FPPI Konsolidasi Kader Di Bumi Vovasanggayu

PASANGKAYU, Penarakyatku.com — Tak melewatkan waktu momentum hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober, meski terlambat, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) tetap melakukan konsolidasi kader.

Konsolidasi dengan tema ” Berkawan dan Melawan” tersebut dihadiri kader dari tahun 2004 hingga 2019. Masing – masing kader mengekspor perkembangan sosial dimasing – masing desa tempat tinggal dan perkembangan ekonomi masyarakat selama Pasangkayu terbentuk menjadi daerah otonom.

Ketua panitia Konsolidasi Kader FPPI Rahman mengatakan, kegiatan tersebut hanya sebatas temu kader saja yang sudah lama tidak melakukan pertemuan formal dan diskusi serius terkait perkembangan global, nasional hingga lokal.

” Karena kebetulan masih hangat dalam momentum Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober kemarin maka kamipun juga merespon. Tentu kita pahami bahwa pemuda adalah aset bangsa, dan sejarah Indonesia adalah sejarah pemuda. Artinya pemuda punya peranan penting, terkhusus untuk daerah bumi Pasangkayu dengan didukung sumber manusia yang tentu mumpuni juga,” terang Rahman, Senin, 4 Oktober.

Kader yang hadir ini sendiri adalah mereka yang telah mengikuti NDK Satu baik di kota Palu, Mamuju dan Makassar saat masih menggeluti dunia kampus. Dan sesuai agenda yang telah di sepakati, bahwa konsolidasi kader FPPI, selain eksplorasi isu – isu sosial yang menjadi keresahan selama ini, juga membicarakan soal ekonomi masyarakat serta beberapa isu lainnya.

” Kita juga mempersiapkan Dewan Kota FPPI di bumi Pasangkayu, karena disini sudah banyak kadernya, agar kedepan dapat menetaskan kader – kader yang berpikir rasional terhadap perkembangan daerahnya. Dan pertemuan kali ini adalah pemula karena masih banyak agenda selanjutnya,” tandasnya. (pr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed