oleh

Diringkus Polisi, Pembobol Kantor PUPR Mengaku Kecewa

PASANGKAYU, Penarakyatku.com — Tim Jatantrans Polres Mamuju Utara (Matra) Kabupaten Pasangkayu, Sulbar berhasil menangkap pelaku pembobolan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pembobolan tersebut terjadi pada tanggal 2 Oktober. Pelaku merusak beberapa pintu ruangan dan membongkar Brankas serta merusak Server CCTV kemudian membawanya kabur. Sementara laptop dan komputer dikantor tersebut tak satupun hilang.

Menurut Wakapolres Matra Kompol Jufri Hamid, setelah melakukan penyidikan kurang lebih tiga pekan, pelaku pembobolan kantor PUPR berhasil diungkap, bekerjasama dengan Resmob Polres Donggala dan Resmob Polres kota Palu, Sulteng.

Pelaku berjumlah tiga orang yakni Amir alias Atong dan Masrudin, keduanya adalah warga kota Palu dan tinggal di jalan Anoa serta Andi Taslim warga dusun Rampoang, Kecamatan Malengke, Kabupaten Luwu Utara Sulsel.

” Motifnya ini murni pencurian. Mereka ditangkap pada hari Selasa 29 Oktober di desa Kalibiru Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala dengan cara menahan kendaraan mobil yang telah diketahui ciri-cirinya,” terang Jufri Hamid, Jumat, 1 November.

Berdasarkan keterangan Jufri Hamid, pada saat ingin dilakukan pengeledahan, pelaku melakukan perlawanan dengan cara menendang petugas pada saat membuka pintu dan sempat mencabut sebilah badik dari sarungnya sehingga Team langsung melepaskan beberapa kali tembakan peringatan sehingga pelaku langsung ciut dan berhasil diamankan.

Katanya, ketiga orang pelaku tersebut selain menjalankan aksinya di Pasangkayu, mereka juga membongkar kantor KPU Kabupaten Donggala dan dua TKP lainnnya serta tindak kejahatan pencurian di kota Palu.

” Tersangka Amir merupakan residivis dan kami amankan bersama barang bukti satu buah linggis, satu buah obeng, skraf warna abu – abu dan satu buah dus tempat server CCTV. Sementara dua tersangka lagi yakni Andi Taslim dan Masrudin bersama barang bukti lainnya diambil alih oleh Polres Donggala,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka server CCTV yang dibawah kabur dari kantor PUPR dibuang di sungai Baloli Pasangkayu, karena kecewa tidak menemukan uang saat membongkar brangkas.

Atas perbuatannya tersangka Amir alias Atong dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke 4 dan 5 KUHP dengan ancaman Hukuman 7 tahun Penjara. (pr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed