oleh

Pantai Koa Koa Menawarkan View Eksotis Dan Mulai Disulap Pemkab Pasangkayu

PASANGKAYU, Penarakyatku.com — Pantai Wisata Koa Koa bertempat di dusun Kayumaloa, desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, menawarkan potensi wisata yang sangat menggiurkan.

Panjang bibir pantai Koa Koa berkisar 2.500 meter tersebut adalah tempat bertelurnya Penyu yang selalu dijaga masyarakat setempat dan pemerintah desa, serta pohon mangrove yang juga masih terjaga.

Ditempat ini hamparan laut biru yang membentang luas dari utara ke selatan dengan ombak kecil menggulung hingga jatuh bebas menghasilkan buih ombak putih cerah dan terlihat saling berkejaran mencapai bibir pantai, pemandangan ini tentunya menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan melepas lelah.

Setiap penjuru, mata pengunjung akan dimanjakan dengan view yang sangat eksotik, masing-masing objek mampu menawarkan panorama yang sangat indah dengan segala keunikan yang dimilikinya, dari arah utara misalnya terlihat bongkahan batu cantik memanjang menyusuri tepian pantai sampai membentuk gugusan batu besar yang di ujungnya tumbuh sebatang pohon kelapa bak nyiur melambai ke arah pengunjung.

Tidak begitu jauh dari arah gugusan batu tersebut, terdapat terumbu karang yang menjadi rumah besar bagi biota laut, tentu ini akan menjadi tempat yang sangat menarik bagi para pecinta snorkeling dan menjadi spot yang sangat baik buat yang hobi memancing, tapi tentu dengan tetap mengusung misi yang sama yakni tetap menjaga ekosistem dan ekologi lingkungan demi keberlangsungan organisme yang tumbuh dan hidup di dalamnya.

Tak hanya itu, berkisar 200 meter dari bibir pantai lautnya juga agak dangkal apalagi saat air laut surut dipagi hari, sehingga anak-anak kecil yang ingin berenang relatif aman. Disekitar pantai juga tersedia kuliner khas daerah yang variatif dijajakan masyarakat setempat, walaupun sifatnya kondisional.

” Kalau untuk kulinernya tidak setiap hari ada masyarakat yang menjualnya, semua tergantung dari pengunjung. Maka dari itu dibutuhkan sosialisasi keluar agak pantai ini bisa dikenal supaya padat akan pengunjung,” terang Wakil Ketua BPD desa Polewali, Agus Riadi

Kata Agus Riadi, menurut yang pernah menyelam, dihadapan pantai Koa Koa itu terdapat terumbu karang yang sangat indah dan masih terjaga. Ombak menggulung yang terjadi pada waktu-waktu tertentu sangat baik untuk peselancar, sehingga pantai ini sangat berpotensi dijadikan wisata bahari.

Selain itu, sepanjang pantai Koa Koa terdapat banyak pepohonan yang dapat digunakan berlindung dari sengatan matahari dan ada pula beberapa gazebo yang disediakan oleh pemerintah desa Polewali.

” Setiap hari libur pasti banyak pengunjung terutama karyawan dari Perusahaan sawit sering datang bersama keluarganya, tinggal bagaimana dibuatkan aturannya agar pemerintah memiliki hasil di pantai itu,” ungkapnya

Untuk menyulap pantai agar layak dijadikan tempat wisata Pemkab Pasangkayu meminta bantuan ke pemerintah pusat. Alhasil, tahun 2019 ini pantai Koa Koa mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp 1,56 miliar dan mulai bersolek.

” Sekarang ini masih dalam tahap pekerjaan untuk bangunannya. Sudah ada taman, ada tempat ganti pakaian dan kamar mandinya dan masih ada lagi bangunan untuk memperindah pantai ini. Saya berharap kepada pemerintah desa agar anggarannya juga masuk di pantai kita ini, sehingga betul – betul pantai Koa Koa ini sangat menjanjikan untuk dikunjungi oleh wisatawan,” harap Agus Ambo Djiwa.

Bupati Pasangkayu dua periode itu juga meminta partisipasi masyarakat setempat untuk menjaga kebersihan pantai tersebut serta menghimbau memberikan keramahan kepada setiap pengunjung yang datang.

” Kalau pantainya jorok dan kotor pasti tidak akan ada yang datang berkunjung disini. Selain itu kita juga harus ramah dan murah senyum kepada setiap pengunjung yang datang. Kalau kita dan warga disini tidak ramah, pasti tidak akan ada yang datang berwisata kesini,” imbuhnya.

Untuk lebih memperkenalkan potensi wisata bahari itu, Pemkab Pasangkayu, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar festival Kayumaloa. (pr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed