oleh

Ditolak Di Pasangkayu, Dirawat Di Kabelota Donggala

PASANGKAYU, Penarakyatku.com — Suriani, pasien pendarahan asal desa Bambakoro, Kecamatan Lariang, terpaksa dilarikan ke RSUD Kabelota, Kabupaten Donggala, Sulteng, setelah ditolak oleh pihak RSUD Ako, Kabupaten Pasangkayu.

Penolakan itu berawal, ketika Bidan desa yang tak mau disebut namanya membawa pasien tersebut ke Puskesmas di desa Parabu, Kecamatan Lariang, kemudian merujuk Suriani ke RSUD Ako, karena kondisi kritis karena banyaknya darah keluar.

Setibanya di rumah sakit, sekira pukul 22.00 wita, alih – alih berharap mendapatkan perawatan maksimal, pasien yang berumur 40 tahun karena keguguran tersebut malah ditolak dengan alasan tidak ada dokter ahli.

“Pas sampai di RSUD pasien langsung saya bawa ke ruang UGD, setelah itu saya berkoordinasi dengan perawat disana, setelah konsultasi kami disuruh melanjutkan rujukan ke Palu, tanpa terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dan memberikan rujukan lanjutan. Pasien ditolak dengan alasan tidak ada dokter ahli, setidaknya kan diberikan dulu pertolongan pertama baru dibuatkan rujukan,” beber Bidan desa via telepon, Jumat, 6 September.

Lanjut sang Bidan, ia membawa pasiennya itu ke Puskesmas Sarjo untuk mendapatkan pertolongan pertama, setelah itu melanjutkan perjalanan ke arah Utara tepatnya Kabupaten Donggala.

Sementara suami Suriani, Jalil yang juga memberikan keterangan via telepon, mengaku bahwa istrinya telah menjalani operasi dan sekarang sedang di rawat di RSUD Kabelota, Donggala. Dan ia mengaku kecewa atas tindakan oleh perawat di rumah sakit Ako.

“Saya betul-betul sangat kecewa atas pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Ako. Kenapa ada pasien yang kondisinya sekarat butuh pertolongan justru ditolak,” keluh Jalil.

Kekecewaan itu lanjut Jalil, akan dia sampaikan kepada keluarganya jika mau dirawat langsung saja ke Palu atau Donggala ketimbang di rumah sakit Ako.

“Saya berpesan kepada keluarga saya dan kepada masyarakat pasangkayu kalau ada keluarganya yang mengalami sakit langsung dirujuk saja ke Palu atau Donggala kalau tidak ingin bernasib seperti saya, di tolak,” tandasnya. (pr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed