oleh

Salah Pilih Calon Presiden, Petugas Rutan Aniaya Tahanan

PASANGKAYU, Penarakyatku.com — Sedikitnya 187 Nara Pidana (Napi) dan Tahanan titipan di Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Pasangkayu, desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, mengamuk dan merusak fasilitas kantor, Senin 22 April.

Tak hanya merusaknya, ruangan penyimpanan berkas juga dibakar dan beberapa fasilitas lainnya menjadi abu serta kaca gedung habis dipecahkan sampai ke lantai dua.

Mengamuknya Napi dan Tahanan bukan tanpa alasan. Hal ini bermula pada malam Kamis 17 April lalu. Setelah selesai perhitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Rutan sekira pukul 24.00 wita, mereka dikeluarkan dari kamar tahanan, oleh Petugas Rutan yang bertugas saat itu.

Ketfot. Narapidana dikumpulkan dilapangan dan diberikan pengarahan oleh Kapolres Matra, AKBP Made Ary Pradana.

Setelah diluar kamar, tepatnya dilapangan Apel, Napi dan Tahanan yang menggunakan hak suaranya di Absen. Antara pemilih Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf Amin dan Pemilih Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo – Sandi dipisahkan.

“Pada hari itukan (Rabu, 17 April, red) lagi mau pencoblosan, kami dikeluarkan untuk memilih calon Presiden berdasarkan hati nurani kami dan kami sudah lakukan dengan mencoblos. Sekitar jam 12 malam selesai perhitungan suara kami dikasih keluar dari tahanan khusus yang memilih Presiden,” terang salah seorang Napi berinisial Al alias An.

Menurut Al alias An, Suara untuk Calon Presiden 01 berjumlah 28 sementara suara untuk Calon Presiden 02 sebanyak 65. Setelah kedua pendukung dan pemilih dipisahkan, yang memilih Jokowi – Amin dimasukan kembali dalam kamar, sementara yang memilih Prabowo – Sandi tinggal diluar.

“Teman kami yang memilih 01 dikasih masuk ulang kedalam kamarnya, sementara kami yang memilih Prabowo dikasih tinggal diluar. Dipimpin oleh Karutan dan beberapa orang anggotanya terus kami dianiaya dengan alasan tidak jelas, itulah pemicu utamanya kejadian hari ini, pertanyaan saya dan teman – teman apakah ada Undang Undangnya kalau beda pilihan Presiden kami harus dianiaya?” keluhnya. (pr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed